ANALISIS KEJADIAN BANJIR MENGGUNAKAN DATA CITRA SATELIT HIMAWARI-8 (STUDI KASUS : KOTA BATU, TANGGAL 4 NOVEMBER 2021)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang mengguyur wilayah Kota Batu pada tanggal 4 November 2021 menyebabkan terjadinya banjir di wilayah tersebut. Fenomena tersebut menyebabkan beberapa orang tewas dan kerugian besar bagi masyarakat sekitar. Untuk itu dilakukan analisis meteorologis untuk mengetahui kondisi atmosfer pada kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan data pengamatan curah hujan dan analisis citra satelit Himawari-8 untuk mengetahui sebaran awan dan suhu puncak awan. Selain itu, penulis juga melakukan pemantauan terhadap aktivitas ENSO,MJO,dan IOD apakah memiliki pengaruh terhadap fenomena ini. Berdasarkan interpretasi data citra satelit kanal Infrared (IR) terlihat adanya kumpulan awan konvektif yaitu cumulunimbus (Cb) dengan suhu puncak awan yaitu -82.4 0C yang menutupi wilayah Kota Batu. Pada saat kejadian banjir nilai SOI (Southern Oscillation Index) yaitu +12.5 yang mengindikasikan aliran massa udara dari samudra pasifik ke Indonesia Timur yang cukup kuat, nilai IOD (Indian Ocean Dipole) berkisar -0.3 yang mengindikasikan adanya suhu muka laut di Samudra Hindia Barat Sumatra hangat sehingga menunjang terjadinya perawanan yang cukup banyak, dan MJO (Madden Julian Oscilation) berada pada fase 4 dan 5 yang aktif di wilayah Bumi Maritim Indonesia.
Rincian Artikel
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.