Analisis Karakteristik Fisik dan Meteorologi DAS Bengkulu
Isi Artikel Utama
Abstrak
DAS Bengkulu mengalami kejadian banjir setidaknya 2 kali dalam setahun pada musim hujan. Banjir merupakan salah satu bencana hidrometeorologi yang dipengaruhi oleh karakteristik fisik dan meteorologi DAS tersebut. Karakteristik tersebut merupakan dasar untuk melakukan perencanaan maupun pengelolaan di DAS tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan karakteristik meteorologi DAS Bengkulu, sebagai dasar untuk melakukan perencanaan maupun pengelolaan DAS, sehingga dapat meminimalisir kejadian maupun dampak dari bencana hidrometeorologi di DAS tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif terhadap data karakteristik fisik dan meteorologi DAS Bengkulu. Karakteristik fisik DAS yang dianalisis yaitu morfometri, topografi, jenis tanah, dan penggunaan lahan di DAS Bengkulu. Sedangkan karakteristik meteorologi yang dianalisis yaitu curah hujan dan suhu udara di DAS Bengkulu. Hasil menunjukkan bahwa karakteristik fisik DAS Bengkulu mempunyai kemampuan menyimpan air yang rendah, sehingga infiltrasi kecil, namun laju limpasan kecil dan tipe pengaliran aliran sedang. Akan tetapi limpasan cenderung meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan penggunaan lahan hutan yang semakin berkurang, didukung oleh curah hujan yang semakin meningkat, dan variasi suhu udara yang kecil.
Rincian Artikel
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.