Estimasi Debit Aliran Menggunakan Data Radar Cuaca (Studi Kasus : DAS Manna, Bengkulu)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Radar cuaca memiliki kelebihan dalam megestimasi curah hujan, karena memiliki resolusi spasial yang tinggi (mencapai 0.5 km). Curah hujan estimasi radar cuaca dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, diantaranya untuk pemodelan hidrologi. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan radar cuaca BMKG Bengkulu untuk estimasi debit aliran di DAS Manna pada bulan Desember 2018. Persamaan Z-R ditentukan berdasarkan data reflektifitas radar (Z) dan curah hujan pengamatan (R). Pengolahan data radar cuaca menggunkan perangkat lunak wradlib berbasis bahasa pemrograman python. Model hidrologi HEC-GeoHMS dan HEC-HMS digunakan untuk menghitung debit aliran berdasarkan inputan curah hujan radar cuaca. Metode Gridded Soil Conservation Service Curve Number (SCS CN) dan ModClark digunakan untuk menentukan metode kehilangan dan waktu tempuh yang dibutuhkan air hingga ke titik outlet. Sedangkan aliran dasar dan routing masing-masing menggunakan metode Recession dan Lag. Hasilnya, diperoleh persamaan antara reflektfitas radar cuaca dan curah hujan pengamatan sebesar Z=2,65R1,3. Debit simulasi menghasilkan nilai RMSE seberas 11,99 m3/detik sebelum di kalibrasi, dan RMSE sebesar 4.37 m3/detik setelah di kalibrasi. Selain itu, curah hujan estimasi radar cuaca memiliki pola yang sama dengan fluktuasi debit harian DAS Manna.
Rincian Artikel
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.