IDENTIFIKASI QUASI-LINEAR CONVECTIVE SYSTEM MENGGUNAKAN RADAR C-BAND DI WILAYAH MAKASSAR
Isi Artikel Utama
Abstrak
Quasi-Linear Convective System (QLCS) merupakan suatu fenomena sistem cuaca konvektif yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan lebat, petir, dan angin kencang yang sifatnya merusak. Penelitian ini mengambil kasus kejadian QLCS Desember 2018 – Mei 2019 di cakupan radar cuaca Makassar yang memiliki jaringan pengamatan radar cuaca berbasis C-Band dengan produk CMAX, Central Tracking, Combined Moment, dan Vertical Shear. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui pola sebaran spasial, temporal, profil angin QLCS dan dampak QLCS terkait kejadian petir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola QLCS di wilayah cakupan radar cuaca Makassar teridentifikasi 32 kasus QLCS dengan durasi terbanyak pada 30-60 menit. Lokasi pembentukan QLCS dominan di Coastal Ocean dengan waktu inisiasi terbanyak saat malam hari pada rentang waktu 18.00-23.59 Local Time. Arah propagasi terbanyak ke arah timur-tenggara sebanyak 47% dengan kecepatan propagasi sel QLCS didominasi oleh slow moving sebesar 47%. Kecepatan angin Vertical Wind Shear (VWS) ditemukan 3 dari 4 jenis pembentukan QLCS yaitu broken line, back building, broken areal, embedded areal, bahwa kecepatan VWS maksimum saat fase matang. Dampak QLCS yang dikaitkan dengan terjadinya petir, hanya 10 dari 32 kasus (31.25%) yang dapat menimbulkan petir.
Kata kunci: QLCS, Radar cuaca, VWS, Petir
Rincian Artikel
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.