Identifikasi Sebaran Abu Vulkanik dan Analisis Profil Vertikal Stabilitas Atmosfer Pasca Erupsi Gunung Marapi Desember 2023
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pada 3 Desember 2023 pukul 14.52 WIB terjadi erupsi gunung Marapi yang terletak diantara Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada saat erupsi terjadi gunung tersebut sedang berstatus level II atau waspada. Erupsi mengelurakan berbagai zat vulkanik yang kemudian masuk ke atmosfer yang memengaruhi stabilitas atmosfer. Indeks stabilitas atmosfer merupakan salah satu parameter yang dapat dihasilkan dari pengolahan data Radiosonde. Terdapat hubungan antara indeks stabilitas atmosfer dengan erupsi gunung api. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik dengan menggunakan analisis sounding data sandi TEMP dari Stasiun Meteorologi Minangkabau untuk menghasilkan nilai parameter udara atas,diantaranya nilai CAPE, LI, EL, LCL, CCL, RH, lapse rate, Ketinggian tropopause, dan Precipitabe Water. Sebaran abu vulkanik diperoleh dari data Satelit himawari pada Filezilla yang diolah dengan aplikasi Gmsldp Dvorak. Penelitian dilakukan dengan periode 15 hari sebelum dan 15 hari setelah erupsi terjadi. Jarak stasiun Meteorologi Minangkabau dengan gunung Marapi sejauh 49,4 km jika ditarik garis lurus. Erupsi juga berdampak pada penerbangan di Bandara Minangkabau. Analisis parameter udara atas menunjukkan bahwa nilai lapse-rate udara lingkungan sesudah erupsi cenderung negatif. Nilai Equilibrium Indeks cenderung fluktuatif. Pasca erupsi berdampak pada ketinggian CCL yang menjadi lebih tinggi daripada ketinggian LCL.. Nilai RH vertikal dan precipitable water cenderung menurun di tanggal 3-4 Desember, yang selanjutnya mengalami fluktuatif. Nilai LI dan CAPE termasuk kategori moderate di periode waktu 3-5 Desember 2023 yang meningkatkan kemungkinan terbentuknya awan konvektif. Parameter yang paling terpengaruh oleh abu vulkanik Gunung Marapi adalah ketinggian tropopause, lapse rate, dan LCL.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.