Analisis Thresholds Curah Hujan Pemicu Longsor Di Kulon Progo DIY Berdasarkan Data Komposit GSMaP Pada Periode OND Tahun 2020 - 2022
Isi Artikel Utama
Abstrak
Intensitas curah hujan yang bervariasi setiap periode waktu menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kejadian bencana longsor. Urgensi penanggulangan bencana longsor menjadi hal yang penting dilakukan karena bencana longsor menyebabkan kerugian material, kerusakan ekologis, bahkan korban jiwa. Salah satu kabupaten yang rawan terhadap bencana tanah longsor adalah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penerapan identifikasi longsor dapat dilakukan dengan penentuan ambang batas hujan dengan data observasi dan data satelit GSMaP. Intensitas hujan yang terjadi pada hari H tidak langsung mempengaruhi terjadinya tanah longsor namun kalkulasi jumlah curah hujan yang terjadi 10 hari sebelum hari H terjadi longsor. Ambang batas curah hujan yang digunakan adalah 34,26 mm pada Hari H, 85,61 mm pada H-3, dan 188,54 mm pada H-10. Kabupaten Kulon Progo banyak terjadi longsor terutama yang masuk ke dalam klasifikasi rawan hingga sangat rawan berada di sepanjang Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap. Kecamatan yang memiliki potensi sangat rawan terjadinya longsor adalah Kecamatan Samigaluh.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.