Isi Artikel Utama

Lu'lu Nabila Khansa
Denisa Ajeng Sabrina
Bela Sela Cleodora Yostya
Yogi Pratama Hidayat
Andung Bayu Sekaranom
Andriyas Aryo Prabowo

Abstrak

Intensitas curah hujan yang bervariasi setiap periode waktu menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kejadian bencana longsor. Urgensi penanggulangan bencana longsor menjadi hal yang penting dilakukan karena bencana longsor menyebabkan kerugian material, kerusakan ekologis, bahkan korban jiwa. Salah satu kabupaten yang rawan terhadap bencana tanah longsor adalah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penerapan identifikasi longsor dapat dilakukan dengan penentuan ambang batas hujan dengan data observasi dan data satelit GSMaP. Intensitas hujan yang terjadi pada hari H tidak langsung mempengaruhi terjadinya tanah longsor namun kalkulasi jumlah curah hujan yang terjadi 10 hari sebelum hari H terjadi longsor. Ambang batas curah hujan yang digunakan adalah 34,26 mm pada Hari H, 85,61 mm pada H-3, dan 188,54 mm pada H-10. Kabupaten Kulon Progo banyak terjadi longsor terutama yang masuk ke dalam klasifikasi rawan hingga sangat rawan berada di sepanjang Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, dan Kokap. Kecamatan yang memiliki potensi sangat rawan terjadinya longsor adalah Kecamatan Samigaluh.

Rincian Artikel

Bagian
Artikel