Isi Artikel Utama

Ajis Nur Efendi

Abstrak

Penilaian risiko cuaca di pelabuhan memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan dan efisiensi operasional. Dalam penelitian ini, evaluasi risiko cuaca di Pelabuhan Teluk Bayur dilakukan melalui pendekatan analisis frekuensi. Data historis cuaca, seperti curah hujan dan tinggi gelombang laut, dikumpulkan selama periode 2017-2022. Pendekatan ini digunakan untuk mengidentifikasi distribusi statistik dari variabel cuaca yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa curah hujan rata-rata tertinggi terjadi pada bulan November, mencapai 528,55 mm, dan rata-rata jumlah hari hujan tertinggi juga pada bulan yang sama, yaitu November, dengan nilai mencapai 21,5 hari. Sementara itu, rata-rata tinggi gelombang tertinggi di sekitar pelabuhan terjadi pada bulan Juli dan Agustus, dengan tinggi gelombang rata-rata mencapai 1,25 meter. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merancang strategi mitigasi risiko yang tepat, seperti penjadwalan kegiatan operasional yang lebih efisien, peningkatan infrastruktur pelabuhan, atau pengembangan sistem peringatan dini yang lebih baik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang risiko cuaca di Pelabuhan Teluk Bayur, membantu pengambilan keputusan yang lebih efektif untuk mengurangi dampak buruk dari kondisi cuaca yang ekstrem. Dengan melakukan evaluasi risiko cuaca secara sistematis, pelabuhan dapat meningkatkan keselamatan operasional, mengurangi kerugian akibat gangguan cuaca, dan meningkatkan efisiensi operasionalnya dalam menghadapi variabilitas cuaca yang tidak terduga. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pemahaman kita tentang risiko cuaca di Pelabuhan Teluk Bayur, tetapi juga memberikan wawasan yang berharga bagi pelabuhan-pelabuhan lain dalam mengelola risiko cuaca mereka

Rincian Artikel

Bagian
Artikel