SIMULASI DISPERSI PERBANDINGAN PM2.5 SAAT HARI TANPA HUJAN (HTH) DAN HARI LIBUR TAHUN BARU (HLTB) DI SUMATERA BARAT DENGAN MODEL WEATHER RESEARCH AND FORECASTING (WRF-CHEM)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Indikator dalam menentukan kualitas udara salah satunya dengan melihat konsentrasi PM2.5 di suatu wilayah. Konsentrasi PM2.5 dapat disimulasikan dengan menggunakan model WRF-Chem. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat dispersi PM2.5 saat Hari Tanpa Hujan (HTH) pada tanggal 13 Juni 2022 dan Hari Libur Tahun Baru (HLTB) pada tanggal 1 Januari 2023 di Sumatera Barat dengan menggunakan model WRF-Chem sebagai upaya preventif jika terjadi dampak negatif akibat kualitas udara yang buruk. Data yang digunakan yaitu Final Data Analysis (FNL) serta data observasi dari Stasiun Pemantau Atmosfer Bukit Kototabang. Hasil simulasi WRF-Chem pada saat HTH dan HLTB menunjukkan adanya pola sebaran konsentrasi PM2.5 yang mirip. Konsentrasi PM2.5 di pagi hingga siang hari memiliki konsentrasi yang tinggi pada wilayah yang menjadi sumber PM2.5. Namun, pada sore hingga malam hari menjelang pagi, konsentrasi tersebut menyebar ke wilayah lain. Konsentrasi PM2.5 dengan rentang 20 – 30 µg/m3 lebih dominan terjadi ketika HLTB. Simulasi WRF-Chem juga di validasi dengan data observasi yang menghasilkan nilai konsentrasi PM2.5 masih berada di bawah BMUN (berarti aman) dan nilai r, RMSE, serta MAE berturut-turut sebesar 0,48; 4,09; 1,19 (HTH) dan 0,56; 10,02; 6,40 (HLTB).
Rincian Artikel
Penulis bersedia memberikan hak atas publikasinya di bawah Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International. Sehingga memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas karya penulis dan publikasi dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi karya jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau mempublikasikannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mengirim karya mereka secara online (misalnya, dalam repositori institusi atau website mereka) sebelum dan selama proses pengajuan, karena dapat menyebabkan pertukaran produktif, serta sebelumnya dan kutipan yang lebih besar dari karya yang diterbitkan.